A. Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Strategi
bauran pemasaran meliputi:
1. Strategi
produk
2. Strategi
harga
3. Strategi
lokasi dan distribusi
4. Strategi
promosi
A.1
Strategi Produk
Menurut Philip
Kotler produk adalah sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk memperoleh
perhatian dengan harapan dibeli, untuk digunakan dan dikonsumsi yang dapat
memenuhi keinginan dan kebutuhan. Secara garis besar strategi produk yang dapat
dilakukan oleh perusahaan untuk mengembangkan produknya, meliputi:
a. Penentuan
logo dan motto
b. Menciptakan
merek
c. Menciptakan
kemasan
d. Keputusan
label
A.2
Strategi Harga
Harga merupakan sejumlah uang yang
diserahkan dalam pertukaran untuk memperoleh suatu barang atau jasa. Besarnya
harga yang harus ditetapkan tentu disesuaikan dengan tujuaan penentuan harga.
Ada tiga strategi dasar dalam penetuan harga, antara lain:
a. Skimming
pricing artinya harga awal suatu produk ditetapkan
setinggi-tingginya dengan tujuan produk memiliki kualitas tinggi.
b. Penetration
pricing artinya penetapan harga produk serendah
mungkin dengan tujuan menguasai pasar.
c. Status
quo pricing artinya penetapan harga status
quo artinya penetapan harga yang disesuaikan dengan harga pesaing.
A.3
Strategi Lokasi dan distribusi
Hal-hal yang
harus diperhatikan dalam pemilihan dan penentuan lokasi adalah dengan
pertimbangan sebagai berikut:
a. Dekat
dengan lokasi pasar
b. Dekat
dengan lokasi pusat pemerintahan
c. Dekat
dengan Kawasan industri
d. Dekat
dengan lokasi perumahan/masyarakat
e. Sarana
dan prasarana (jalan raya, pelabuhan, listrik, dan lain-lain)
Faktor-faktor
yang mempengaruhi strategi distribusi antara lain:
a.
Pertimbangan pembeli atau
faktor pasar: perusahaan harus mempertimbangkan jumlah dan frekuensi pembeliaan
serta sasaran konsumennya.
b.
Karakteristik produk:
produk yang kompleks dirancang khusus dan cenderung mahal karena menggunakan
distribusi langsung dan saluran pemasaran yang pendek, misalnya alat
kedokteran.
c.
Faktor produsen atau
pertimbangan pengawasan dan keuangan: Produsen yang memiliki sumberdaya
keuangan, manajerial dan pemasaran yang besar lebih baik menggunakan saluran
langsung.
A.4
Strategi Promosi
Promosi
merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan mempertahankan
konsumennya. Keempat macam sarana promosi yang dapat digunakan antara lain: 1)
Periklanan; 2) Promosi penjualan; 3) Publisitas; 4) Penjualan pribadi.
Promosi melalui periklanan dapat dilakukan dengan cara
pemasangan billiboard di jalan-jalan, pemasangan iklan di koran,
majalah, televisi, dan radio.
Promosi penjualan bagi perusahaan dapat dilakukan melalui:
pemberian harga khusus/ potongan harga, pemberian undian hadiah, pemberian
cendera mata.
Promosi melalui publisitas berupa kegiatan seperti pameran,
bakti sosial dan kegiatan lainnya.
Sedangkan promosi melalui penjualan pribadi dapat dilakukan
oleh salesman dan salesgirl.
Bagi sebagian perusahaan penjualan pribadi atau personal selling
dilakukan oleh petugas customer service / service assistance.
B. Bauran
Produk
B.1 Arti dan Macam-Macam Produk
Produk
merupakan sesuatu yang ditawarkan pada pasar dengan tujuan memuaskan keinginan
dan kebutuhan pasar melalui produk nyata maupun produk tidak nyata (jasa).
Terdapat dua macam kelompok product / goods yaitu:
a. -Consumer’s
Goods / Organisasi Konsumsi
Yaitu barang yang
digunakan secara langsung oleh konsumen dan tidak dijual kembali. Barang
tersebut meliputi: 1) Convenience Goods yaitu barang-barang yang cara
memperolehnya mudah ditemui di sekeliling konsumen misalnya beras, gula, pasta
gigi; 2)Shopping Goods yaitu barang-barang yang cara memperolehnya
dilakukan perbandingan antara harga toko yang satu dengan yg lain; 3) Fashion
Goods; 4) Service Goods; 5) Bulk Goods.
b. -Industrial Goods / Barang
Produsen
Yaitu
barang-barang yang dibeli untuk dijual kembali atau barang yang akan dipakai
dalam proses pengolahan lebih lanjut. Barang tersebut meliputi 1) Raw
materials (bahan-bahan mentah) misalnya kapas, kayu, besi, baja; 2) Operating
supplies (bahan-bahan kebutuhan operasi) misalnya bensin, solar dan oli; 3)
Instalasi, misalnya mesin penggiling tebu pada pabrik gula, mesin tenun di
pabrik tekstil.
B.2 Strategi Pemasaran Produk
Terdapat
beberapa strategi pemasaran produk diantaranya: pertama Product line (lini
produk) merupakan kelompok produk yang berkaitan dengan erat karena fungsinya
serupa, dijual dalam kelompok yang sama, dipasarkan melalui toko yang sama atau
masuk dalam kisaran harga yang sudah ada. Kedua Product Development
yaitu suatu usaha yang direncanakan dengan sadar untuk memperbaiki produk yang
sudah ada atau untuk menambah banyaknya ragam produk yang dihasilkan dan
dipasarkan. Pada perencanaan produk, ide-ide dapat muncul dari konsumen,
distributor, industrial buyer, investor dan pabrikan. Bentuk dari
strategi ini yaitu penyempurnaan produk, kegunaan baru dan aplikasi. Ketiga, Product
Difersivication merupakan suatu perluasan pemilihan barang dan jasa
yang dijualnya oleh perusahaan dengan cara menambah produk baru, memperbaiki
tipe, warna, mode, ukuran jenis dari produk yang sebelumnya sudah ada untuk
memaksimalkan laba yang diperoleh. Keempat, Product Life Cycle (PLC)
yaitu suatu grafik yang menggambarkan Riwayat suatu produk sejak diperkenalkan
ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar.
Tahapan-tahapan produk meliputi; tahap pengembangan produk, tahap
pengenalan produk, tahap pertumbuhan produk dan tahap penurunan produk.
B.3 Arti dan Macam-Macam Jasa
Menurut Philip
Kotler (2000), jasa diartikan sebagai setiap tindakan yang ditawarkan oleh satu
pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak
mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksi jasa bisa berhubungan dengan produk
fisik atau sebaliknya. Jenis jasa dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Jasa
murni (pure service) yaitu tawaran yang hanya berupa jasa seperti
konsultasi psikologis, panti pijat.
b. Barang
berwujud dengan jasa pendukung (tangible good with accompanying services)
yaitu tawaran yang terdiri atas tawaran barang berwujud diikuti oleh satu atau
beberapa jenis jasa lainnya. Contohnya, penjual mobil memberikan garansi,
misalnya satu tahun gratis servis kerusakan.
c. Jasa
campuran (Hybrid) merupakan penawaran barang dan jasa dengan proporsi
yang sama. Contohnya, makanan yang ditawarkan oleh restoran yang disertai
dengan pelayanan yang mengesankan.
d. Jasa
pokok disertai barang-barang dan jasa tambahan (major service with accompanying
minor goods and service) yaitu penawaran yang terdiri suatu jasa pokok dan
jasa tambahan (pelengkap / barang-barang pendukung. Contohnya penumpang pesawat
yang membeli jasa angkutan selama menempuh perjalanan diberikan makanan, koran
dan kain-lain.
B.4 Strategi Pemasaran Jasa
Berikut ini beberapa strategi yang dapat dilakukan
perusahaan, antara lain:
a. Stategi
mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh karakteristik tidak berwujud, yaitu: 1)
menggunakan SDM lebih banyak dari pada sumber SDM untuk pemasaran product, 2)
menciptakan citra organisasi yang kuat.dan 3) melakukan komunikasi purna beli,
seperti mengumpulkan informasi konsumen mengenai kepuasaan maupun keluhan.
b. Strategi
mengatasi masalah yang disebabkan oleh karakteristik bervariasi
yaitu dengan menambahkan
dan memanfaatkan peralatan canggih, serta melakukan standarisasi produksi.
c. Strategi
mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh karakteristik tidak tahan lama, yaitu:
menggunakan berbagai pendekatan untuk mengatasi permintaan yang berfluktuasi
(manajemen permintaan) misalnya menerapkan sistem antrian dan juga melakukan
penyesuaian permintaan dan kapasitas secara silmutan, sehingga tercapai
kesesuaian antara keduanya (manajemen penawaran) misalnya meningkatkan
partisipasi para pelanggan.
STUDI KASUS
Judul Artikel : Preferensi Konsumen dan Strategi Pemasaran
Produk Puree Bayam Organik Studi Kasus di CV. Addin Abadi Bogor
Penulis : Ernita Dian Puspasari, Ma’mun
Sarma dan Mukhamad Najib
Hasil :
Puree bayam organik adalah produk baru produksi CV. Addin Abadi
yang jarang dijumapi di pasaran. Saat ini produk makanan yang diproduksi oleh
CV. Addin Abadi adalah keripik buah serta tepung bumbu dalam kemasan dan produk
minuman adalah kopi aneka rasa, tepung es krim dan velva buah buahan. Aktor
atau pelaku Puree bayam organik ini yaitu petani baya organik, bagian
produksi dan yang terakhir yaitu distributor produk organik. Tujuannya yaitu
peningkatan profit penjualan, memacu produksi dan penetrasi pasar. Tingkat
utilitas dan kepentingan atribut produk dilihat dari segi rasa dan kemasan
.Pada atribut rasa, tingkatan level yang digunakan yaitu original, stroberi,
melon, mix fruit. Sedangkan atribut kemasan, tingkatan levelnya yaitu sachet
dan cup. Hasil analisis AHP yaitu, faktor yang berpengaruh dalam
pemasaran puree bayam organik di CV. Addin Abdi Bogor yaitu faktor media
informasi dan promosi. Strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh CV. Addin
Abadi yaitu memperkuat kerja sama antar mitra bisnis. Oleh karena itu, CV.
Addin Abadi selalu memperhatikan hubungan dan kerjasamanya terhadap mitra
bisnis agar produk baru puree bayam organik nantinya dapat berkembang
dan semkin diterima oleh konsumen
REFERENSI
Ernita
Dian Puspasari, Ma’mun Sarma, M. N. (2017). Preferensi Konsumen dan Strategi
Pemasaran Produk Puree Bayam Organik Studi Kasus di CV. Addin Abadi Bogor. Jurnal
Teknologi Industri Pertanian, 27(2), 209–216.
http://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2017.27.2.209
Fatihudin, D., & Firmansyah, A.
(2019). Pemasaran Jasa (Strategi, Mengukur Kepuasan dan Loyalitas
Pelanggan). Sleman: Deepublish .
Shinta, A.
(2011). Manajemen Pemasaran. Malang: UB Press.

0 Komentar