Header Ads Widget

Responsive Advertisement

SEGMENTING, TARGETTING & POSITIONING (STP) DALAM MANAJEMEN PEMASARAN

 

A.    KONSEP INTI STP

Menurut Philip Kottler (1997), menggabungkan proses penciptaan dan penyampaian nilai kepada konsumen dalam bentuk STP (segmentasi, targeting dan positioning).

1.      Segmenting pada dasarnya adalah suatu strategi untuk memahami struktur pasar.

2.      Targetting adalah persoalan bagaimana memilih, menyeleksi dan menjangkau pasar.

3.       Positioning adalah suatu strategi untuk memasuki jendela otak konsumen.

Jadi, segmentasi pasar merupakan strategi yang digunakan untuk menentukan pasar sasaran, mencari peluang, menggrogoti segmen pemimpin pasar, merumuskan pesan, komunikasi melayani lebih baik, menanlisis perilaku konsumen, mendesain produk dan lain sebagainya. Sementara Targetting merupakan tahap lanjutan dari tahap segmentasi pasar. Target market adalah satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadifokus kegiatan pemasaran. Terdapat empat kriteria yang harus dipenuhi untuk memperoleh pasar sasaran yang optimal yaitu 1) Responsif; 2) Potensi penjualan; 3) Pertumbuhan memadai; dan 4) Jangakauan media. Positioning merupakan strategi komunikasi bukan strategi produk, artinya bagaimana menempatkan produk dalam otak konsumen, sehingga calon konsumen mempunyai penilaian tertentu dan mengidentifikasikan dirinya dengan produk tersebut.

B.     KONSEP NILAI PELANGGAN

Nilai pelanggan merupakan perpaduan atau kombinasi dari faktor kualitas, layanan dan harga. Sedangkan menurut Keegan (2003), variabel-variabel yang membentuk nilai pelanggan yaitu benefit dan harga dengan persamaan sebagai berikut:

V = B / P

Keterangan:

V = Nilai pelanggan (value)

B = Benefit  = perceived benefits – perceived cost

P = Harga (price)

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa nilai pelanggan berasal dari benefit ekonomi, benefit pelanggan dan benefit emosional. Benefit ekonomi berrasal dari keunggulan harga, dan biaya selain harga pembelian seperti biaya penggunaan, kepemilikan, pemeliharaan, perbaikan dan biaya pembuangan. Benefit pelanggan berasal dari layanan, reputasi dan penampilan produk. Benefit emosional yaitu keunggulan produk dalam memenuhi kebutuhan emosional pelanggan misalnya kebutuhan psikologis, nilai personal pelanggan dan tipe-tipe kepribadian pelanggan.

-Perdagangan Eceran, Grosir dan Eksportir

Perdagangan eceran adalah kegiatan bisnis yang aktivitas utamanya menual barang dan jasa secara langsung ke konsumen akhir atau pengguna akhir. Konsumen akhir menggunakan barang dan jasa tersebut untuk digunakan sendiri bukan untuk diproduksi kembali. Perdagangan eceran merupakan rantai distribusi paling depan yang berhubungan langsung dengan konsumen. Kemampuan pedangang eceran dalam menarik konsumen untuk membeli produk (barang / jasa) akan mempengaruhi kinerja bisnis dari produsen. Menurut Saladin (2007), perdagangan grosir merupakan penjualan dan semua kegiatan yang langsung berhubungan dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen dengan tujuan untuk dijual kembali atau untuk digunakan dalam usahanya sendiri. Perbedaan antara pedagang grosir dengan pedagang eceran yaitu 1) Para pedagang grosir biasanya menguasai daerah perniagaan lebih luas jika dibandingkan pedagang eceran dan 2) Grosir kurang memperhatikan promosi, iklim atau suasana lokasi karena berkaitan dengan para pelanggan bisnis, tidak dengan konsumen akhir. Sedangkan, perdagangan ekspor merupakan perdagangan dengan cara mengeluarkan atau mengirimkan produk / barang dari dalam wilayah pabean keluar wilayah suatu negara. Persyaratan untuk menjadi eksportir antara lain: 1) Usaha harus berbadan hukum seperti PT, CV, PERUM dan sebagainya; 2) Eksportir harus memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP); 3) Memperoleh pengalaman sebagai Eksporti terdaftar dan memiliki angka pengenal ekspor (APE); 4)Memiliki kemampuan dan keahlian di bidang perdagangan ekspor dan 5) Memiliki referensi Bank Devisa.

-Pelanggan lokal, nasional dan internasional

Berdasarkan jangkauannya, pelanggan atau konsumen dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut:

1.      Pelanggan Lokal merupakan pelanggan yang berasal dari suatu wilayah tertentu dengan tujuan membeli produk atau menggunakan jasa.

2.      Pelanggan Nasional merupakan pelanggan yang berasal dari berbagai wilayah dalam satu negara dalam membeli produk (barang / jasa).

3.      Pelanggan Internasional merupakan pelanggan yang berasal dari berbagai negara dalam membeli produk (barang / jasa).

 

C.    SEGMENTING

Segmentasi pasar merupakan strategi persaingan yang membagi pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix yang berbeda juga. Variabel untuk melakukan segmentasi dibagi menjadi dua macam, yaitu segmentasi pasar konsumen dan segmentasi pasar industrial. Menurut Philip Kotler, variabel utama untuk melakukan segmentasi pasar konsumen diantaranya:

1.      Segmentasi berdasarkan geografis terdiri dari (bangsa, provinsi, kabupaten, kecamatan, dan iklim)

2.      Segmentasi berdasarkan demografis terdiri dari (umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, daur hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, ras, agama)

3.      Segmentasi berdasarkan psikografis terdiri dari (kelas sosial, gaya hidup, dan karakteristik kepribadian)

4.      Segmentasi berdasarkan perilaku terdiri dari (pengetahuan, sikap, kegunaan, tanggap terhadap suatu produk).

D.    POSITIONING

Secara umum posisi pasar yaitu memilih posisi yang kompetitif untuk produk atau suatu pasar. Sedangkan posisi produk yaitu bagaimana suatu produk yang diartikan oleh konsumen berdasarkan atribut-atributnya. Contohnya mobil kijang yang diposisikan sebagai mobil keluarga.

Strategi penentuan posisi pasar yaitu:

1.      Atas dasar atribut (mahal atau murah)

2.      Kesempatan penggunaan (sebagai minuman energi atau turun panas)

3.      Menurut kelas pengguna (sampo bagi orang dewasa atau untuk anak-anak)

4.      Langsung menghadapi pesaing (kami nomor satu)

5.      Kelas produk (sabun kecantikan)

E.     TARGETTING

Pengertian pasar sasaran secara umum yaitu meninjau keaktifan setiap segmen dan selanjutnya memilih salah satu segmen pasar  atau lebih untuk dilayani. Kegiatan menetapkan pasar sasaran meliputi:

1.      Evaluasi segmen pasar:

Pertama dilihat dari ukuran dan pertumbuhan segmen misalnya data tentang penjualan terakhir, pertumbuhan dan margin laba dari setiap segmen. Kedua dilihat dari segi profitabilitas dan ancaman produk pengganti (substitusi). Ketiga dilihat dari segi sasaran dan sumber daya perusahaan.

2.      Memilih segmen artinya memilih satu atau lebih segmen yang mempunyai nilai tinggi bagi perusahaan, menentukan mana dan berapa segmen yang akan dilayani:

-Pemasaran serbasama artinya melayani semua pasar dan tawaran pasar yang sama, misalnya produk permen.

-Pemasaran serbaaneka artinya merancang tawaran untuk semua pendapatan, tujuan atau kepribadian, misalnya beda desain untuk industri mobil.

-Pemasaran terpadu yaitu pemasaran khusus untuk sumber daya manusia yang terbatas. (Shinta, 2011)

REFERENSI:

 

Arif Yusuf Hamali, E. S. (2017). Pemahaman Kewirausahaan. Jakarta: Kencana.

Risa, M. (2018). Ekspor dan Impor. Sleman: Deepublish.

Shinta, A. (2011). Manajemen Pemasaran. Malang: UB Press.

Ujang Sumarwan, A. F. (2011). Pemasaran Strategik Perspektif Value-Based Marketing & Pengukuran Kinerja. Bogor: IPB Press.

 

 

Posting Komentar

0 Komentar