A.
Konsep Keunggulan Kompetitif
Suatu perusahaan
dikatakan memiliki keunggulan kompetitif bilamana memiliki sesuatu yang lebih
atas pesaingnya dalam menyerap konsumen dan mempertahankan diri atas kekuatan
persaingan yang mencoba menekan perusahaan. Sumber keunggulan bersaing berupa
produk terbaik di pasar, memberikan jasa pelayanan yang paling hebat,
memberikan harga jual yang paling murah, punya lokasi yang paling strategis,
teknologi yang tepat guna, atribut barang yang sesuai kehendak konsumen, memasarkan
produk baru paling cepat, merek dan reputasi yang sudah teruji, dan memberikan
nilai barang yang lebih besar daripada uang yang dikeluarkan konsumen (Bambang
Hariadi, 2003).
Sedangkan
menurut Potler (1980), strategi bersaing merupakan kombinasi antara akhir r(tujuan)
yang diperjuangkan oleh perusahaan dengan kebijaksanaan dimana perusahaan
berusaha sampai kepada tujuan. Kekuatan dan kelemahan perusahaan adalah profil
dari kekayaan dan ketrampilannya relatif terhadap pesaing, meliputi sumber daya
keuangan, teknologi, identifikasi merek, dan lain sebagainya. Pendekatan kompetitif
meliputi: 1) Barang/jasa baru; 2) Nilai yang lebih besar; 3) Menciptakan
hubungan baru; 4) Lebih fleksibel dan 5) Lebih responsive.
Di era saat ini
perubahan sangat cepat terutama di home industry yang berada di
lingkungan bersifat dinamis dan penuh ketidak pastian baik produk, harga,
tempat dan teknologi. Keunggulan kompetitif dapat diwujudkan melalui penciptaan
keunikan yang dilakukan pada desain produk maupun kemasan, kualitas proses
produksi yang lebih baik, pemasaran yang lebih menarik, pelayanan penjualan
yang lebih memuaskan konsumen, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, strategi
keunggulan kompetitif yang dapat dilakukan yaitu : 1) Inovasi dan 2)
Kewirausahaan.
B.
Ciri-Ciri Pasar Potensial
Pasar potensial
merupakan batas maksimum dari permintaan pasar yang dapat terjadi. Pada batas
maksimum ini konsumen menjadi jenuh dan tidak mungkin lagi ditingkatkan
permintaannya.Karakteristik atau ciri-ciri pasar potensial yaitu sebagai
berikut:
1. - Estimasi yang dihasilkan dari
studi pasar potensial tidak nyata karena diambil dari kemungkinan nilai total
penjualan suatu poduk atau jasa
2. - Membuat sejenis studi pemasaran
untuk mengetahui apa saja kebutuhan calon konsumen dan memenuhi kebutuhan
mereka semua, agar produk masa depan menyesuaikan denga napa yang mereka inginkan
3. - Ini akan selalu menghasilkan
nilai tertinggi dari penjualan produk masa depan, semua dengan studi awal
tentang permintaan produk tersebut di seluruh pasar.
C.
Karakteristik Dan Teknis
Menentukan Ceruk Pasar
Menurut Kotler (2003) dalam Parrish (2003),
Ceruk pasar atau disebut Niche Market merupakan kelompok yang lebih
sempit yang diidentifikasi dengan membagi segmen menjadi subsegmen dengan
spesialisasi yang merupakan kunci utama dari niche market tersebut. Karakteristik
Nich Markets yaitu sebagai berikut:
1.
Konsumen memiliki kebutuhan
yang berbeda
2.
Konsumen akan membayar harga
premium untuk memenuhi kebutuhan mereka kepada perusahaan yang terbaik
3.
Niche market tidak menarik bagi
pesaing
4.
Perusahaan mendapatkan
keuntungan tertentu melalui spesialisasi
5.
Niche market memiliki ukuran,
profit, dan pertumbuhan potensial
Berdasarkan
Kotler (2003), karakteristik niche market tradisional adalah adanya peluang
untuk berhasil menggunakan push marketing approach (mengembangkan produk
kemudian mencari pasar untuk produk tertentu tersebut).Untuk menetukan niche
markets yaitu;
1.
Mencari Niche Market Potensial
Pertama yaitu mencari Niche Market potensial
melalui searching di google atau
pun dengan cara lain.
2.
Melakukan riset pasar
Pertama melalui website-website marketplace, kita tentukan
kata kunci nicha market yang kita akan cari. Kedua, cara yang dapat
ditentukan yaitu mencari situs-situs yang menyasar niche market serupa.
3.
Melakukan Uji Coba Produk TerhadapNiche
Market
yaitu menguji coba produk pada pasar yang ingin dituju.
sebagai awalan, kita nisa membuat landing page produk.
D.
Ciri-Ciri Produk Yang
Marketable Untuk Ekspor
1.
Durability
Durability dapat dikatakan sebagai suatu alat pengukur
keawetan dari suatu produk. Produk yang tidak cepat habis, aus, rusak ketika
dipakai/dikonsumsi berarti mempunyai durability yang lama. Durability ini
berkaitan dengan hematnya pemakaian suatu produk. Apabila konsumen berpikir
bahwa semakin lama jangka waktu pemakaian dari suatu produk adalah kondisi yang
bagus, maka kondisi ideal suatu produk adalah yang mempunyai durability yang
lama.
2.
Feature
Feature merupakan atribut yang muncul dari suatu produk
yang diakibatkan bentuk fisik atau tampilan dari produk tersebut. Dengan adanya
perubahan bentuk atau kombinasi dari assesoris penambah lain, maka suatu produk
akan mempunyai atribut-atribut tambahan.
3.
Performance
Kriteria atribut ini muncul dengan melihat performansi
atau tampilan dari produk yang ada. Konsumen akan menilai performansi dari
produk untuk mendapatkan suatu produk yang ideal.
4.
Serviceability
Atribut ini berhubungan dengan proses yang muncul pada
pemakaian produk tersebut. Sebagai contoh; apabila suatu produk rusak, dimana
dapat diperbaikinya. Apabila produk habis atau rusak, mudah atau tidak dalam
mencari produk tersebut. Reliability adalah ukuran keandalan dari suatu produk.
Semakin andal suatu produk maka semakin ideal menurut konsumen.
5.
Reability
Reliability adalah ukuran keandalan dari suatu produk.
Semakin andal suatu produk maka semakin ideal menurut konsumen.
6.
Estetika
Atribut yang muncul berdasarkan nilai estetika antara lain keindahan yang ada dalam produk tersebut. Atribut ini sangat bergantung pada nilai estetika dalam diri konsumen.
Sumber Referensi:
http://ymayowan.lecture.ub.ac.id/files/2012/09/keunggulan-kompetitif-bep.pdf
http://repository.ut.ac.id/7036/1/fe2017-04-nenah.pdf
https://www.ipostjournal.com/potential-market/
https://misterexportir.com/komoditas-ekspor-impor-guatemala/


0 Komentar