Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarrokatuh.👋
Nama saya Samsukdin asal Desa Bago, Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo. Pada bulan Februari tahun 2013 desa saya mengalami bencana alam,yaitu banjir bandang. Banjir bandang tersebut terjadi pada Jumat malam tanggal 22/2/2013 sekitar pukul 20.00 WIB. Pada saat sebelum banjir terjadi, hujan lebat disertai angin kencang mengguyur Desa Bago, mulai dari sore hari hingga malam hari. Pada saat itu, saya dan keluarga berada di kamar kakak (rumah kami).
Saya dan keluarga sudah mulai waspada. Sekitar pukul 19.00 WIB, Saya dan keluarga serta tetangga berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat yang lebih aman. Saya dan keluarga mengungsi ke rumah Ibu De yang tidak jauh dari rumah saya. Pada saat itu, air sungai sudah terdengar deras, bau lumpur sudah tercium dan bunyi batu yang bertabrakan sudah mulai terdengar. Kemudian saya dipindahkan dari rumah Bu De ke Masjid Baiturrohim melewati derasnya air setinggi lutut. Jadi saya berpisah dengan kedua orang tua, Bapak dan Ibu ada di rumah Bu De, sementara saya berada di Masjid Baiturrohim bersama tetangga. Sekitar pukul 20.00 WIB air mengalir deras memasuki rumah-rumah warga termasuk rumah saya, semua benda-benda seperti meja, kursi dan kandang sapi milik warga hanyut dibawa air dan tembok pagar masjid roboh akibat derasnya debit air, seketika saya dan tetangga yang berada di dalam masjid menangis dan menyebut Takbir (Allahu Akbar), saya panik pada saat itu dan akhirnya saya dan tetangga dipindahkan ke rumah warga di sekitar masjid.
Setelah beberapa menit kemudian, banjir sudah mulai surut dan hujan mulai reda. Saya dan keluarga langsung kembali kerumah untuk melihat kondisi rumah. Rumah saya porak-poranda akibat banjir bandang itu, semua isi rumah hanyut dibawa air seperti perlengkapan sekolah, alat masak dan lain sebagainya. Setelah satu hari kemudian, yaitu hari Sabtu tanggal 23/2/2013 saya tidak masuk sekolah, karena membantu Orang Tua membersihkan rumah yang sudah porak-poranda. Menurut sesepuh desa banjir bandang ini sering terjadi di tahun-tahun sebelumnya, tetapi tidak sebesar ini. Banjir ini merupakan banjir bandang terbesar yang terjadi di desa saya. Kemudian, setelah banjir bandang ini, keluarga saya dan para tetangga menerima bantuan dari BPBD Kabupaten Probolinggo seperti makanan,pakaian dan alat-alat sekolah seperti sepatu,buku tulis dsb.
Demikian cerita pribadi yang saya alami.
Apabila ada penulisan kata maupun kesalahan waktu dalam blog ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih
Wassalamua'laikum Warohmatullahi Wabarrokatuh.
^-^

5 Komentar
mantap jiwa
BalasHapusHahaaa.Trm kasih 😂
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusCeritanya menyedihkan sekali,penulisannya seperti nyata di alami😖gak bisa saya bayangkan kalau terjadi sungguhan dalam kehidupan penulis😖jadi sedih saya😭
BalasHapusTerima kasih😊 temen Se Desa
Hapus